Kascing Pengganti Pupuk

Publication:
Trubus
Published Date:
2007 May 1

Harga pupuk kimia makin mahal? Pakai saja kascing. Itulah hasil penelitian Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IP2TP) Denpasar. Sawi yang ditanam menggunakan media bekas memelihara cacing (kascing) sebanyak 5 ton per hektar meningkatkan panenan sawi sebanyak 28,088 ton per hektar. Padahal biasanya dengan pemberian 150 kg Urea, 250 kg ZA, 50 kg SP-36, dan 50 kg KCl hanya menghasilkan 12,826 ton per hektar.

Mengurai Sampah dengan Cacing

Publication:
Intisari
Published Date:
1999 Nov 1

Bagi kota besar macam Jakarta sampah merupakan salah satu masalah besar. Dalam seharinya, kota Jakarta saja menghasilkan puluhan ribu m3 sampah. Sebagian, 25.000 m3, berhasil diangkut ke TPA Bantargebang, sebagian lagi tercecer di berbagai tempat, dari selokan hingga sungai. Di TPA tumpukan sampah itu menimbulkan dampak pencemaran udara dan air. Sementara yang tercecer bisa merusak pemandangan dan bikin selokan mampet yang akhirnya menyebabkan banjir kala hujan datang.

Sebuah Wacana: Cacing Tanah sebagai Bahan Pakan Alternatif

Publication:
Poultryindonesia.com
Published Date:
2005 Mar 21

RISET. Kebutuhan pakan ternak unggas yang bersumber dari protein hewani makin sulit terpenuhi, antara lain disebabkan kurangnya daya dukung lingkungan dan meningkatnya kebutuhan protein hewani. Sampai saat ini pakan yang mengandung protein hewani berasal dari tepung ikan dan tepung daging yang merupakan produksi impor, sehingga perlu adanya pakan lokal alternatif yang berpotensi tinggi baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya.

Kartini says organic approach offers farmers a bright future

Publication:
The Jakarta Post
Published Date:
2006 Mar 9

Denpasar - Ni Luh Kartini was taking care of her "pets", namely earthworms. She was working at one of her earthworm breeding centers in Pesanggaran, Denpasar. Her hands quietly picked up some baby worms and put them in a mixture of soil and animal manure. "They are just one month old," smiled Kartini.

Kapsul Cacing Tanah untuk Darah Tinggi

Publication:
Cybertokoh
Published Date:
2006 May 1

SEBUAH temuan mutakhir dihasilkan pakar mikrobiologi pertanian Unud, Dr. Ir. Ni Luh Kartini, M.S. Cacing tanah bagi Kartini bukan cuma berkhasiat menyuburkan tanaman. Perempuan Bali asal Kubutambahan, Buleleng, ini memastikan cacing tanah mampu mengenyahkan keluhan sejumlah jenis penyakit manusia.

ni-luh-kartini.jpg

Memanfaatkan kotoran kelinci untuk membuat pupuk cair organik

Publication:
Berita Bumi
Published Date:
2004 Oct 8

Kotoran kelinci berfungsi sebagai pemercepat proses pembuatan pupuk cair organik. Demikian disampaikan Rohaji kepada para peserta “Pelatihan Pupuk Kotoran Kelinci” di Kampoeng Organik 2004, Bumi Perkemahan Ragunan Jakarta tanggal 25 September 2004.

Berikut ini langkah-langkah pembuatan pupuk cair dengan bantuan kotoran kelinci:

Memanfaatkan cacing tanah untuk hasilkan pupuk organik

Publication:
Berita Bumi
Published Date:
2004 May 11

Salah satu mahluk hidup penghuni tanah adalah cacing. Cacing tanah tergolong dalam kelompok binatang avertebrata (tidak bertulang belakang) yang hidupnya di tanah yang gembur dan lembab. Ada lebih dari 1.800 jenis cacing tanah yang dikenal para ilmuwan.

Tetapi hanya sembilan spesies yang banyak dimanfaatkan oleh ahli pertanian, pembudi daya cacing tanah, dan para peminat lainnya, terutama untuk menghasilkan pupuk organik.

Joko Prayitno, korban PHK yang hidup dari bekas cacing

Publication:
Berita Bumi
Published Date:
2004 Dec 7

Tahun 1997 Joko Prayitno terpaksa harus berhenti bekerja dari pabrik pupuk posfat. Seperti kebanyakan korban PHK, ia bingung bagaimana melanjutkan hidupnya. Tetapi kalau tidak di-PHK mungkin Prayitno tidak seberuntung sekarang ini.

Aksi Pramuka Peduli Sampah

Publication:
Koran Tempo
Published Date:
2002 May 20

JAKARTA-Seribu dua ratus anggota pramuka kemarin mengadakan aksi bersih sampah di Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Kegiatan yang bertajuk "Gerakan Pramuka Peduli Sampah" ini merupakan yang kedua setelah aksi serupa 2 Maret lalu di Senen, Jakarta Pusat. 

Ketua Harian Kwarnas Gerakan Pramuka Sundoro Syamsuri ketika membuka acara itu berharap kegiatan tersebut tidak hanya sekedar seremonial. "Diharapkan adik-adik pramuka menerapkan di rumah masing-masing," ujar Syamsuri yang mantan Ketua Kwarda Pramuka DKI Jakarta. 

Pondok Kelapa Menuju Zero Waste

Publication:
Koran Tempo
Published Date:
2001 Oct 25

Dua orang lelaki tampak tangkas menyuruk sampah ke dalam sebuah ban berjalan. Disana, aneka jenis limbah rumah tangga itu campur aduk. Dari pensil patah, sayuran busuk, sampai kaleng rombeng. Lima orang lainnya dengan cekatan menyambut luapan sampah itu. Dengan tangan telanjang, mereka memisahkan sampah organik dan non organik ke dalam wadah yang berbeda.

Syndicate content

Back to top