News

Kascing Pengganti Pupuk

Publication:
Trubus
Published Date:
2007 May 1

Harga pupuk kimia makin mahal? Pakai saja kascing. Itulah hasil penelitian Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IP2TP) Denpasar. Sawi yang ditanam menggunakan media bekas memelihara cacing (kascing) sebanyak 5 ton per hektar meningkatkan panenan sawi sebanyak 28,088 ton per hektar. Padahal biasanya dengan pemberian 150 kg Urea, 250 kg ZA, 50 kg SP-36, dan 50 kg KCl hanya menghasilkan 12,826 ton per hektar.

Pertanian Organik Tekan Kerusakan Lingkungan

Publication:
Bali Post
Published Date:
2006 Nov 14

Buleleng (Bali Post) - Sejalan dengan berkembangnya penduduk dan peningkatan kebutuhan manusia akan pangan, sistem pertanian tradisional telah berubah menjadi pertanian agrobisnis yang menerapkan berbagai macam teknologi.

Hentikan Eksploitasi Alam Bali, Kembali Tanam Padi Lokal

Publication:
Bali Post
Published Date:
2006 Aug 6

    Dari Seminar Masalah Pertanian - KERUSAKAN lingkungan mesti disikapi secara arif oleh masyarakat Bali. Caranya menghentikan eksploitasi alam Bali secara berlebihan. Selanjutnya, masyarakat diminta kembali ke alam.

    Seminar Pertanian Bali Agustus 2006

Kapsul Cacing Tanah untuk Darah Tinggi

Publication:
Cybertokoh
Published Date:
2006 May 1

SEBUAH temuan mutakhir dihasilkan pakar mikrobiologi pertanian Unud, Dr. Ir. Ni Luh Kartini, M.S. Cacing tanah bagi Kartini bukan cuma berkhasiat menyuburkan tanaman. Perempuan Bali asal Kubutambahan, Buleleng, ini memastikan cacing tanah mampu mengenyahkan keluhan sejumlah jenis penyakit manusia.

ni-luh-kartini.jpg

Kartini says organic approach offers farmers a bright future

Publication:
The Jakarta Post
Published Date:
2006 Mar 9

Denpasar - Ni Luh Kartini was taking care of her "pets", namely earthworms. She was working at one of her earthworm breeding centers in Pesanggaran, Denpasar. Her hands quietly picked up some baby worms and put them in a mixture of soil and animal manure. "They are just one month old," smiled Kartini.

Romo Tan dan Mesin "Kascing"-nya

Publication:
Kompas
Published Date:
2006 Feb 22

Cacing di mata Fransiskus Xaverius Tan Soe Ie SJ (77) adalah lambang kesuburan. Binatang melata berlendir, liat, tanpa telinga dan mata, dan tak bertulang itu dia ubah jadi ”mesin” pembuat pupuk organik. Kascing” atau bekas cacing tidak lebih dari kotoran cacing. ”Kotoran cacing tidak bau,” katanya, sambil menyorongkan segenggam pupuk kotoran cacing.

romo-tan.jpg

Pupuk Kascing Kurangi Pencemaran Lingkungan

Publication:
Bali Post
Published Date:
2005 May 14

Bali - PERKEMBANGAN teknologi di bidang pertanian juga memberikan sumbangan besar terhadap kerusakan sumber daya alam pertanian. Hal itu disebabkan penggunaan pupuk dan pestisida sintetis terus-menerus dengan dosis yang tinggi, tanpa diimbangi dengan penggunaan pupuk organik. Dosen Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Unud Dr. Ir. Ni Luh Kartini, M.S. mengatakan hal itu Rabu (13/4) kemarin.

ni-luh-kartini.jpg

Pemerintah Perlu Tetapkan Standardisasi Pupuk Organik

Publication:
Kompas
Published Date:
2005 Apr 28

Bangli, Kompas - Kebijakan pemerintah melalui Departemen Pertanian yang mendukung pengembangan pertanian organik di Indonesia seharusnya diikuti dengan penyiapan kelengkapan pendukungnya. Satu di antaranya menyangkut standardisasi pupuk organik sebagai satu persyaratan produk berlabel organik.

Sayang, Sampah Organik Tidak Dikomposkan

Publication:
Pikiran Rakyat
Published Date:
2005 Apr 7

AKIBAT guyuran hujan selama dua hari berturut-turut, gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Leuwigajah di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi longsor dan menimbun perumahan penduduk (”PR”, 22/2).

Sebuah Wacana: Cacing Tanah sebagai Bahan Pakan Alternatif

Publication:
Poultryindonesia.com
Published Date:
2005 Mar 21

RISET. Kebutuhan pakan ternak unggas yang bersumber dari protein hewani makin sulit terpenuhi, antara lain disebabkan kurangnya daya dukung lingkungan dan meningkatnya kebutuhan protein hewani. Sampai saat ini pakan yang mengandung protein hewani berasal dari tepung ikan dan tepung daging yang merupakan produksi impor, sehingga perlu adanya pakan lokal alternatif yang berpotensi tinggi baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya.

Back to top